light novel
Gate - Thus the JSDF Fought There
Sinopsis : pada bulan agustus tahun 20XX , portal yang menuju dunia pararel , yang di kenal sebagai "GATE" muncul di GINZA , TOKYO.
Monster dan pasukan keluar dari Gate membuat distrik pembelanjaan menjadi neraka berdarah
Angkatan Jepang Ground Self Defence segera mengambil tindakan dan memukul mundur makhul "fantasi" kembali kedalam Gate.
Untuk memfasilitasi Negosiasi dan mempersiapkan diri untuk pertarungan mendatang, JGSDF mengirimkan Tim Reconnaissance ke tiga ke "daerah khusus" disisi lain gerbang .
Itami Youji , seorang perwira JSDF yang merupakan seorang Otaku berusia 33 tahun , di angkat menjadi seorang pemimpin Tim , di tengah serangan musuh tim mengunjungi berbagai tempat dan mempelajari budaya lokal dan geografi .
berkat upaya mereka dalam bantuan kemanusiaan , walaupun dalam kesulitan mereka dapat mencapai penduduk setempat , mereka bahkan memiliki seorang wanita Elf lucu , penyihir,dan demigoddess di lingkaran baru teman-teman mereka , disisi lain negara-negara besar seperti Amerika,China,dan Rusia sangat tertarik dengan sumber daya alam yang melimpah yang tersedia di daerah istimewa mereka mulai melakukan tekanan diplomatik atas jepang
sebuah portal misterius tiba-tiba muncul kedunia yang tidak dikenal , untuk negara-negara besar mungkin tidak lebih dari aset hanya untuk menjatuhkan tatanan internasional , tetapi untuk protagonis kami ini adalah kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan akhirnya perspektif mereka terhadap dunia
Gate - Thus the JSDF Fought There! Volume 1 Prologue
Tahun 20XX ,SUMMERini tercatat sebagai hari terpanas dalam sejarah
sebuah kelembaban tinggi , ditambah dengan suhu lebih dari 30° C di kota , itu adalah neraka.
namun, ini adalah hari sabtu , masih banyak orang yang memadati pusat perbelanjaan untuk berbelanja atau sekedar berjalan-jalan disekitar
11:15
Ketika matahari berada di atas langit,itu bahkan lebih panas dari sebelumnya , gerbang dunia lain terbuka di tengah ditrik perbelanjaan Ginza di Tokyo
Dari gerbang itu muncul segerombolan pasukan berkuda lengkap dengan baju besi, yang mengingatkan eropa pada abad pertengahan , mereka di dampingi oleh semacam monster yang mana hanya di jumpai di novel atau film 'Fantasi" Orc,Goblin dan bahkan para raksasa
mereka menyerang setiap orang yang kebetulan berada disana
mengesampingkan usia dan kebangsaan , tujuan mereka adalah untuk membantai orang yang mereka temukan , jepang telah damai untuk waktu yang lama , jadi kebanyakan orang tidak tau bagaimana cara untuk mempertahankan diri mereka saat diserang , yang bisa mereka lakukan hanyalah berteriak ketakutan dalam menghadapi serangan
apakah mereka hanya pembeli, apakah mereka orang tua ,atau bahkan turis asing , tak ada satupun yang luput dari kuku kuda, tombak panjang tentara atau pedang yang memotong untuk membunuh , jalan-jalan dipenuhi dengan warnah hitam dan merah darah ,jika ada satu kata untuk mengambarkan adegan mengerikan itu akan menjadi "NERAKA"
Tentara dari dunia lain menancapkan Bendera hitam di atas mayat-mayat yang di buat menyerupai gunung dan dengan keras mengatakan bahwa tanah ini sekarang adalah milik mereka dengan bahasa asing
'INSIDEN GINZA'
itu adalah apa yang sejarawan katakan pada pertemuan pertama dengan orang-orang dunia lain
Perdana mentri jepang pada saat itu Houjou Shinegori , menyatakan dalam pertemuan Nasional ' tempat di luar gerbang tidak ada peta yang di kenal disetiap negara '
' apa yang berada diluar gerbang ? apakah lingkungan yang alami dapat ditemukan disana ? apa jenis kehidupan yang berada disana ? bagaimana dengan peradaban dan teknologi mereka ? agama apa yang mereka yakini ? sistem pemerintahaan apa yang mereka jalani ? '
setelah gerbang terbuka banyak orang di tangkap , namun istilah 'penangkapan' agak canggung disini , tawanan perang tidak tercangkup dalam hukum , di jepang, tawanan perang tidak ada secara hukum , menurut peradilan penyerbu dari luar gerbang hanyalah penjahat yang melanggar hukum
meskipun jepang di tuntut untuk menyatakan kebenaran . jepang masih menganggap tanah di luar gerbang untuk menjadi bagian dari jepang
sebagai salah satu yang di harapkan , jepang benar-benar tidak mengetahui tanah apa yang berada di luar gerbang , jepang tidak tau tanah dan penduduk mereka seperti apa, bahkan kalau pun ada sistem pemerintahan jepang tidak mengetahui sistem apa yang mereka gunakan
bahkan jika sistem pemerintahan memang ada , tanpa menetapkan batas-batas negara , atau menyiapkan hubungan diplomatik dengan mereka , mereka tidak tiakui sebagai bangsa yang berdaulat
pada tahap ini, para penjajah hanyalah penjahat yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah
meskipun sudah ada saran untuk melakukan dialog diplomatik dengan mereka pihak lain harus siap duduk bersama kami dan bernegosiasi, namun , bagaimana kita akan melakukanya ? tidak ada cara untuk berkomunikasi dengan mereka
kami akan melibatkan pihak lain dalam dialog bahkan meski harus menggunakan kekerasan untuk melakukanya , kami akan melakukan yang terbaik , bahkan jika kami harus mengambil mereka secara paksa
dalam rangka untuk berdamai dengan mereka , pertama kita harus mengetahui siapa musuh kita
setelah kami menangkap para penjahat itu , kami berhasil mendapatkan beberapa informasi dari mereka , meskipun hambatan bahasa , tapi itu saja tidak cukup , kita perlu melihat dengan mata kita sendiri sisi lain dari gerbang itu
oleh karena itu, kita akan mengirimkan orang ke luar gerbang namun mereka tidak akan membahayakan warga sipil tidak berdosa dan mereka juga akan selalu waspada , karena mereka akan berada di tempat paling asing bagi kita
dan juga, tindakan bersenjata di izinkan , berdasarkan pengalaman kami di Ginza ada kemungkinan bahwa kita akan melawan mereka ,dalam tanah yang belum di petakan
beberapa rekan-rekan kami dalam pertemuan menyarankan, tidak ada untungnya ke tempat yang berbahaya ketika kita hanya bisa menutup gerbang dengan cara membongkarnya , namun apakah itu adalah tindakan yang benar.?
banyak warga yang takut kalau gerbang yang lai akan muncul di tempat lain , gerbang ini bisa saja muncul di depan rumah anda , dan juga ada masalah keadilan dan konpensasi bagi keluarga korban
haruskah pemerintah berada diluar gerbang , jepang tidak akan ragu untuk mengekstradisi pemimpinya dan memintanya untuk permintaan yang tulus dan reparasi untuk insiden di ginza
